BNBR Bidik Bisnis Data Center, Beli Lahan Rp500 Miliar di Jakarta Barat

 

Sumber Gambar: Tim Ternak Aset Indonesia

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terus melakukan langkah strategis untuk memperluas portofolio bisnisnya. Terbaru, perusahaan ini mulai mengincar sektor pusat data atau data center yang dinilai memiliki prospek cerah seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Melalui anak usahanya, PT Multi Kontrol Nusantara (MKN), BNBR resmi membeli lahan seluas 1,67 hektare yang berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat. Nilai transaksi pembelian lahan tersebut mencapai Rp500 miliar dan direncanakan akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas inner city data center.

Pemilihan lokasi di wilayah Jakarta Barat dinilai cukup strategis. Selain berada di kawasan perkotaan, Kalideres memiliki akses yang dekat dengan berbagai infrastruktur pendukung, seperti jaringan listrik, konektivitas telekomunikasi, serta akses transportasi. Faktor-faktor ini menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan pusat data, terutama yang berada di dalam kota.

Dalam perjanjian jual beli lahan tersebut, BNBR telah melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp152,4 miliar. Pembayaran ini menjadi bukti keseriusan perseroan dalam merealisasikan rencana pengembangan bisnis pusat data ke depan.

Namun demikian, manajemen BNBR juga tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari adanya klausul pengembalian dana dalam perjanjian tersebut. Klausul ini menyebutkan bahwa dana yang telah dibayarkan dapat dikembalikan apabila rencana pembangunan pusat data tidak terealisasi. Dengan adanya klausul ini, risiko finansial perusahaan dapat ditekan apabila terjadi perubahan strategi atau kondisi bisnis di masa mendatang.

Masuknya BNBR ke bisnis data center sejalan dengan meningkatnya kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data di dalam negeri. Pertumbuhan layanan digital, komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan, hingga ekosistem ekonomi digital mendorong permintaan terhadap pusat data yang andal dan berlokasi strategis.

Selain itu, pengembangan inner city data center juga dinilai mampu memberikan nilai tambah tersendiri, terutama bagi perusahaan yang membutuhkan latensi rendah dan akses data yang cepat. Keberadaan pusat data di dalam kota memungkinkan layanan digital berjalan lebih efisien dan responsif.

Langkah ini sekaligus menunjukkan upaya BNBR dalam melakukan transformasi bisnis dan mencari sumber pertumbuhan baru di luar lini usaha konvensional. Apabila proyek ini berjalan sesuai rencana, bisnis pusat data berpotensi menjadi salah satu penopang kinerja perseroan dalam jangka panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Buka Akun Mirae Asset Sekuritas Lewat Web (Panduan Lengkap Sampai Disetujui)

Tips memulai investasi saham bagi pemula

Mindset Psikologi: Investasi Saham vs Trading Saham, Kupas Tuntas Strategi dan Window Dressing di Kudus