Mindset Psikologi: Investasi Saham vs Trading Saham, Kupas Tuntas Strategi dan Window Dressing di Kudus
Kudus — Edukasi pasar modal kembali digelar dengan mengangkat tema penting seputar psikologi pelaku pasar saham. Bertajuk “Mindset Psikologi: Investasi Saham vs Trading Saham + Segmen Khusus Window Dressing”, kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 20 Desember 2025, pukul 18.30 WIB, bertempat di Bento Coffee Kudus, Jl. Gondangmanis, Ngembal Rejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59322.
![]() |
| Sumber Gambar: Ternak Aset Indonesia |
Acara ini menghadirkan Bro Nafis selaku Direktur Ternak Aset, bersama Muad dan Nazif selaku tim analis saham Ternak Aset, sebagai narasumber utama. Para narasumber membahas perbedaan mendasar antara investasi saham dan trading saham dari sudut pandang psikologi, serta memberikan pemahaman khusus terkait fenomena window dressing yang kerap terjadi di pasar modal.
Perbedaan Mindset Investor dan Trader
Dalam pemaparannya, Bro Nafis menekankan bahwa perbedaan utama antara investor saham dan trader saham bukan hanya terletak pada jangka waktu, tetapi juga pada cara berpikir dan pengelolaan emosi.
“Investor saham fokus pada nilai dan kesabaran, sementara trader saham lebih menitikberatkan pada momentum dan disiplin eksekusi. Jika mindset tidak tepat, keputusan sering kali didorong oleh emosi, bukan analisis,” jelas Bro Nafis.
Ia menambahkan bahwa banyak pemula mengalami kerugian di awal bukan karena salah memilih saham, melainkan karena belum siap secara mental menghadapi fluktuasi pasar.
Pentingnya Psikologi dalam Trading Saham
Sementara itu, Muad dan Nazif menyoroti bahwa aktivitas trading saham membutuhkan kontrol emosi yang jauh lebih ketat dibandingkan investasi jangka panjang.
“Trading tanpa manajemen psikologi yang baik sangat berisiko. Rasa takut dan serakah sering kali membuat trader melanggar rencana yang sudah disusun. Karena itu, penting bagi setiap pelaku pasar mengenali karakter dan batasan dirinya sendiri,” ujar Muad.
Nazif menambahkan bahwa pemahaman psikologi yang baik akan membantu trader tetap konsisten dan objektif dalam mengambil keputusan, terutama saat pasar bergerak volatil.
Segmen Khusus: Fenomena Window Dressing
Pada segmen khusus, narasumber membahas window dressing, yaitu strategi yang umumnya dilakukan oleh pelaku pasar besar menjelang akhir periode tertentu untuk mempercantik kinerja portofolio.
Bro Nafis menjelaskan bahwa window dressing dapat memicu kenaikan harga saham tertentu secara sementara.
“Window dressing sering menciptakan euforia sesaat. Investor pemula harus waspada agar tidak terjebak membeli saham hanya karena kenaikan jangka pendek tanpa memahami fundamentalnya,” ungkapnya.
Muad dan Nazif menambahkan bahwa dengan memahami pola window dressing, investor dan trader dapat bersikap lebih rasional dan tidak mudah terbawa arus pasar.
Diskusi Interaktif dan Antusias Peserta
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias membagikan pengalaman pribadi, mulai dari kesulitan mengendalikan emosi saat harga saham turun hingga kebingungan menentukan apakah lebih cocok menjadi investor atau trader.
Suasana santai di Bento Coffee Kudus turut mendukung jalannya acara, menjadikan diskusi terasa ringan namun tetap sarat dengan wawasan edukatif.
Dorong Literasi Pasar Modal yang Sehat
Melalui kegiatan ini, para narasumber berharap masyarakat, khususnya investor pemula, dapat memiliki pemahaman yang lebih matang sebelum terjun ke pasar saham.
“Tujuan utama edukasi ini adalah membangun mindset yang benar. Dengan psikologi yang sehat, risiko dapat dikelola dan keputusan investasi menjadi lebih bijak,” tutup Bro Nafis.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam meningkatkan literasi pasar modal yang sehat dan bertanggung jawab, khususnya di wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

Komentar
Posting Komentar