Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio (DPR) pada Perusahaan di Bursa Efek Indonesia

 

Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio (DPR) pada Perusahaan di Bursa Efek Indonesia - (Perbandingan Perusahaan dengan Kepemilikan Manajemen dan Tanpa Kepemilikan Manajemen) - Dalam dunia investasi saham, dividen selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Banyak investor di Indonesia yang memilih saham bukan hanya karena potensi capital gain, tetapi juga karena konsistensi pembagian dividen. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk mengukur kebijakan dividen perusahaan adalah Dividend Payout Ratio (DPR).

Bagi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), kebijakan dividen bukan hanya soal membagikan laba, tetapi juga menyangkut strategi keuangan, struktur kepemilikan, serta sinyal kepada pasar. Dalam konteks ini, menarik untuk mengkaji apakah terdapat perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi DPR pada perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh manajemen (insider ownership) dan perusahaan yang tidak dimiliki oleh manajemen.

Sumber Gambar: Dreamina AI


Artikel ini mengulas secara komprehensif penelitian yang dilakukan oleh Amalia Nur Chasanah (2008) dari Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, serta mengembangkan pembahasannya dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan relevan dengan kondisi pasar modal saat ini.

Konsep Dasar Dividend Payout Ratio (DPR)

Dividend Payout Ratio (DPR) adalah rasio yang menunjukkan persentase laba bersih yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Secara sederhana:

DPR = Dividen Tunai / Laba Bersih

Rasio ini mencerminkan kebijakan perusahaan dalam membagi keuntungan antara pemegang saham dan laba ditahan (retained earnings). Jika DPR tinggi, berarti perusahaan lebih banyak membagikan laba kepada investor. Jika rendah, perusahaan cenderung menahan laba untuk ekspansi.

Menurut teori kebijakan dividen, terdapat beberapa pendekatan utama:

  1. Dividend Irrelevance Theory – Menurut Miller dan Modigliani, kebijakan dividen tidak mempengaruhi nilai perusahaan dalam pasar sempurna (Brigham & Houston, 2019: 620).

  2. Bird in The Hand Theory – Investor lebih menyukai dividen saat ini dibanding capital gain di masa depan (Gordon, 1963: 45).

  3. Agency Theory – Dividen dapat mengurangi konflik antara manajer dan pemegang saham (Jensen & Meckling, 1976: 312).

Di sinilah peran kepemilikan manajemen menjadi penting.

Kepemilikan Manajemen dan Teori Keagenan

Kepemilikan manajemen (insider ownership) adalah kondisi ketika manajer atau direksi perusahaan juga memiliki saham perusahaan tersebut. Menurut teori keagenan, semakin besar kepemilikan manajemen, maka konflik antara manajer dan pemegang saham akan semakin kecil karena kepentingan mereka menjadi selaras (Jensen & Meckling, 1976: 308).

Namun, dalam praktiknya, kepemilikan manajemen bisa berdampak berbeda terhadap kebijakan dividen:

  • Jika manajer ingin menikmati keuntungan langsung → DPR bisa tinggi.

  • Jika manajer lebih fokus pada ekspansi dan pertumbuhan → DPR bisa ditekan.

Karena itu, perbandingan antara perusahaan dengan insider ownership dan tanpa insider ownership menjadi penting untuk dianalisis.

Variabel yang Diteliti

Penelitian ini menguji enam variabel independen terhadap DPR:

  1. Debt to Total Asset (DTA)

  2. Cash Ratio (CR)

  3. Return on Asset (ROA)

  4. Kepemilikan Institusional (KI)

  5. Net Sales Growth (Growth)

  6. Firm Size (Size)

Mari kita bahas satu per satu secara lebih mendalam.

1. Debt to Total Asset (DTA)

DTA mengukur proporsi aset perusahaan yang dibiayai oleh utang. Semakin tinggi DTA, semakin besar beban kewajiban perusahaan.

Secara teori, perusahaan dengan utang tinggi cenderung membayar dividen lebih kecil karena harus memenuhi kewajiban kepada kreditur terlebih dahulu (Brigham & Houston, 2019: 589).

Namun, dalam beberapa kasus, perusahaan dengan leverage tinggi justru tetap membayar dividen sebagai sinyal kepercayaan diri kepada pasar.

2. Cash Ratio (CR)

Cash Ratio menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia.

Logikanya, semakin besar kas, semakin besar pula peluang perusahaan membagikan dividen. Namun, kas besar juga bisa digunakan untuk ekspansi, akuisisi, atau investasi.

Karena itu, pengaruh CR terhadap DPR tidak selalu konsisten dalam berbagai penelitian.

3. Return on Asset (ROA)

ROA mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari total aset.

Penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap DPR, baik pada perusahaan dengan kepemilikan manajemen maupun tanpa kepemilikan manajemen.

Hal ini logis karena semakin tinggi laba, semakin besar kemampuan perusahaan membagikan dividen (Gitman, 2015: 72).

4. Kepemilikan Institusional (KI)

Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham oleh lembaga seperti dana pensiun, asuransi, atau manajer investasi.

Investor institusi biasanya memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan perusahaan, termasuk kebijakan dividen. Mereka cenderung mendorong transparansi dan stabilitas dividen.

Dalam penelitian ini, KI berpengaruh positif signifikan terhadap DPR pada perusahaan dengan insider ownership.

5. Net Sales Growth (Growth)

Pertumbuhan penjualan mencerminkan ekspansi perusahaan.

Perusahaan dengan pertumbuhan tinggi biasanya menahan laba untuk membiayai ekspansi, sehingga DPR cenderung lebih rendah (Ross, Westerfield & Jordan, 2018: 545).

6. Firm Size (Size)

Ukuran perusahaan sering dikaitkan dengan stabilitas keuangan. Perusahaan besar cenderung memiliki arus kas stabil dan akses pendanaan lebih luas.

Dalam penelitian ini, ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap DPR pada perusahaan tanpa kepemilikan manajemen.

Metodologi Penelitian

Penelitian dilakukan pada 40 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2004–2006.

Metode yang digunakan:

  • Purposive sampling

  • Regresi linier berganda

  • Chow Test untuk melihat perbedaan pengaruh antar kelompok

Total observasi:

  • 60 observasi perusahaan insider ownership

  • 60 observasi perusahaan non-insider ownership

Hasil Penelitian

1. Perusahaan dengan Kepemilikan Manajemen

Variabel yang berpengaruh signifikan:

  • ROA (positif)

  • Kepemilikan Institusional (positif)

Adjusted R² = 22,2%

Artinya, model hanya menjelaskan 22,2% variasi DPR.

2. Perusahaan Tanpa Kepemilikan Manajemen

Variabel signifikan:

  • ROA (positif)

  • Firm Size (positif)

Adjusted R² = 58,8%

Model lebih kuat menjelaskan variasi DPR.

3. Chow Test

Hasil menunjukkan adanya perbedaan pengaruh variabel terhadap DPR antara kedua kelompok perusahaan.

Analisis dan Pembahasan Lanjutan

Jika dikaitkan dengan kondisi pasar modal Indonesia saat ini, terdapat beberapa hal yang menarik:

  1. Investor ritel semakin dominan.

  2. Transparansi laporan keuangan meningkat.

  3. Regulasi BEI semakin ketat.

Dalam konteks modern, struktur kepemilikan semakin kompleks, termasuk adanya kepemilikan silang dan nominee.

Kondisi ini dapat mempengaruhi interpretasi hubungan antara insider ownership dan DPR.

Implikasi bagi Investor

Bagi investor yang fokus pada dividen:

  1. Perhatikan ROA sebagai indikator utama.

  2. Cek struktur kepemilikan perusahaan.

  3. Perhatikan ukuran perusahaan.

  4. Evaluasi tingkat leverage.

Investor tidak seharusnya hanya melihat besarnya dividen, tetapi juga konsistensinya.

Keterbatasan Penelitian

  1. Periode penelitian hanya 2004–2006.

  2. Sampel terbatas 40 perusahaan.

  3. Variabel makroekonomi belum dimasukkan.

Rekomendasi Penelitian Selanjutnya

  1. Menggunakan periode terbaru (pasca 2020).

  2. Menambahkan variabel free cash flow.

  3. Menguji sektor spesifik.

  4. Menggunakan metode panel data yang lebih kompleks.

Kesimpulan

Dividend Payout Ratio pada perusahaan di Bursa Efek Indonesia dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, dan struktur kepemilikan.

ROA menjadi faktor paling konsisten mempengaruhi DPR pada kedua kelompok perusahaan.

Terdapat perbedaan karakteristik antara perusahaan dengan kepemilikan manajemen dan tanpa kepemilikan manajemen dalam menentukan kebijakan dividen.

Bagi investor, hasil ini dapat menjadi pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan investasi berbasis dividen.

Daftar Pustaka

Brigham, Eugene F., dan Joel F. Houston. 2019. Fundamentals of Financial Management. Boston: Cengage Learning.

Chasanah, Amalia Nur. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio (DPR) pada Perusahaan yang Listed di Bursa Efek Indonesia. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Gitman, Lawrence J. 2015. Principles of Managerial Finance. Pearson Education.

Gordon, Myron J. 1963. Optimal Investment and Financing Policy. Journal of Finance.

Jensen, Michael C., dan William H. Meckling. 1976. Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial Economics.

Ross, Stephen A., Randolph W. Westerfield, dan Bradford D. Jordan. 2018. Corporate Finance. McGraw-Hill Education.

Komentar